Reviewer |
Sri Widya Rahma |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tanggal |
06 Oktober 2019 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Judul Buku |
Lawang Antologi Sastra |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jumlah Halaman |
197+vii hlm |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tahun Terbit |
2018 |
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Penulis Buku |
Muhammad Hasyimsyah Batubara,Dkk |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PenilaianTerhadap |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Cover Buku |
Menurut saya
cover buku LAWANG ANTOLOGI SASTRA termasuk dalam katagori bagus, kertas
covernya bagus begitu pula gambarnya menarik dan cocok untuk menarik minat
pembaca. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Blurb
(Informasi Dalam Cover Belakang Buku) |
Menurut saya
blurbnya sesuai dengan isi buku hanya saja ada beberapa kata yang sulit untuk
di pahami misalnya seperti kata “mumpuni” dalam blurb tersebut. Seharusnya
penulis dapat menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh pembaca agar
pembaca tidak bingung dalam memahami maksud buku tersebut. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kata
Pengantar Buku |
Menurut saya kata
pengantarnya sudah bagus sesuai dengan kata pengantar yang ada pada buku-buku
lain. Penulis hanya menyampaikan tujuan di buatnya buku dan ucapan
terimakasih untuk beberapa pihak yang ikut serta dalam pembuatan buku
tersebut. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gaya
BahasaPenulisanBuku |
Menurut saya gaya bahasa penulisan buku kurang
menarik, karena membuat pembaca bingung dengan gaya bahasa yang terbalik
minsalnya contoh dulu baru penjelasan, pada buku lain umumnya penjelasan dulu
baru contoh sehingga pembaca gampang memahami contoh jika sudah mengetahui
penjelasannya terlebih dahulu. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
PembahasanSingkat Buku |
Bab 1 KARYA
SASTRA A.Pengertian
Karya Sastra Dalam
bahasa Indonesia selain karya sastra ada beberapa kata yang di gunakan dalam
menyebutkan karya sastra,seperti ‘sastra’ dan ‘kesusastraan’. Sastra sendiri
dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang merupakan
penggabungan dari dua kata ‘sas’ yang artinya mengarahkan,mengajarkan,dan
member petunjuk, dan ‘tra’ artinya alat atau sarana. Melihat dari penjelasan
tersebut sastra dapat dimaknakan sebagai alat untuk mengajar atau pengajaran
dan petunjuk belajar. Selain itu makna lain dalam bahasa Sansekerta yang
menunjuk kepada sastra atau kesusastraan adalah kata ‘kata pustaka’ atau
‘kepustakaan’. Contoh karya sastra yang bergenre
prosa novel sebagai berikut: “Mala
mini hujan turun lagi. Seperti malam-malam yang lalu. Menyenangkan membuat
suasana di luar terlihat damai menentramkan. Tidak deras benar hanya
gerimis,itupun jarang-jarang, tetapi cukup uny]tuk membuat indah kerlip
lampu. Aku menghela nafas panjang tanganku pelan memyentuh kaca yang
berembun. Dingin seketika menyerap ujung jari, mengalir ketelapak
tangan,melalui pergelangan,menerobos siku, bahu, kemudian tiba di hatiku.
Membekukan seluruh perasaan. Mengkristalkan semua keinginan. Malam ini semua
cerita harus usai. Dari lantai dua toko buku paling besar di kota ini, kalian
bisa melihat dengan leluasa pemandangan jalan besar yang ramai persis di
depannya, juga jalan paling besar di kota ini. Jalan itu dibelah pembatas
setinggi satu jengkal. Ada lampu putih bundar setiap beberapa meter di
pembatas jalan itu, serta pot semen dengan rumpun bungan, meskipun terlihat
tak cukup rimbun. Lampu putih bundar itulah yang terlihat indah. Berbaur
dengan ratusan siluet cahay lampu mobil.” B.
Genre Karya Sastra Genre
karya sastra adalah bentuk, jenis ragam, macam, katagori maupun klasifikasi
yang mempunyai struktur karya sastra yang indah: Genre
karya sastra: ·
Poetry/Puisi: Puisi Indonesia(puisi
baru,puisi lama) dan Puisi English. ·
Prose/Prosa: Fiksi/Non Fiksa(Prosa
Indonesia(prosa lama,prosa baru),Prosa English). ·
Drama: Jenis drama,penyajian
lakon,sarana pementasan,dan unsure drama. Bab2
ALIRAN SASTRA A.
Jenis
Aliran Sastra Aliran sastra
merupakan pandangan yang diambil seorang penulis atau sastrawan dalam
menciptakan suatu karya sastra atau dalam menggeluti dunia sastra. Aliran Sastra: ·
Idealisme: Romantisme(romantic
idealisme, romantic realisme), simbolik, mistisme, surealisme. ·
Materialisme: Realisme(saintisme,positivism,determinisme),naturalisme. B.
Aliran
Idealisme Aliran
idealism atau aliran romantic adalah aliran yang berdasar dari pandangan yang
diadopsi oleh penuisnya. Aliran idealisme ini membagi diri menjadi empat
aliran secara spesifik. 1)
Romantisisme Romantisisme
adalah aliran karya satra yang sangat mengedepankan perasaan(feel), sehingga
objek yang dikemukakan tidak lagi bersifat objektif, tetapi telah di bumbui
perasaan si pengarang. 2)
Simbolik Simbolik
adalah aliran yang lahir sebagai reaksi terhadap realisme dan naturalisme.
Aliran ini selalu menempatkan symbol atau lambing-lambang hewan atau tumbuhan
sebagai objek dalam cerita. 3)
Mistisme Mistisme
adalah aliran kesusastran yang bersifat menggambarkan hubungan manusia dengan
penciptanya. 4)
Surealisme Surealisme adalah
aliran karya sastra yang satrawnnya menjelaskan berbagai objek dan tanggapan
secara serentak dan berpindah-pindah sehingga sulit di pahami pembaca. C. Aliran
Materialisme Aliran
materialism ini merupakan pandanga bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan
dapat dikaji dengan akal manusia. Aliran ini di bedakan menjadi 2 yaitu: 1)
Realisme Realisme
adalah aliran karya stra yang menceritakan hal-hal sesuai dengan keadaan dan
kenyataan yang dialami. Aliran ii terdiri dari 3 aliran yaitu: ·
Aliran Saintisme adalah pola yang
menekankan pada pendekatan ilmiah atau sains merupakan pandangan yang benar. ·
Positivisme adalah pandangan kebalikan
dari pemahaman metafisika9gaib atau diluar alam dunia) ·
Determinisme adalah aliran yang
melihat dan berkeyakinan pada pandangan semua kejadian berdasarkan karena
sebab akibat. 2)
Naturalisme Naturalisme
adalah aliran karya sastra yang mana para sastrawan yang berpandangan aliran
ini selalu menyampaikan fakta secara nyata dan tanpa ada sensor sehingga
kesan yang timbul kadang terlihat vulgar. Bab 3 KELOMPOK
SASTRA A.
Jenis
Kelompok Sastra Dalam karya
sastra kelompok sastra dapat dikatagorikan sesuai jenis bahasa yang dipakai
maupun isi karya sastra yang disampaikan oleh sastrawannya. Jenis karya
sastra: ·
Non Fiksi ·
Kelompok sastra ·
Fiksi B. Kelompok Sastra Fiksi Sastra fiksi
atau imajinatif adalah sastra yang berusaha untuk
menerangkan,melukiskan,memahami dan member pandangan baru,dan menyuguhkan
makna realitas kehidupan dengan keindahan atau estetika seni, keseimbangan,
harmoni, atau keselarasan, dengan bahasa yang dominan konotatif atau bermakna
ganda, dan khayal daam penciptaan karya sastranya. C. Kelompok Sastra Non-Fiksi Sastra
no-fiksi merupakan sisi terbalik dari sastra fiksi,kelompok ini lebih
mengedepankan unsur-unsur nyata atau fakta daripada menyampaikan khayalannya. Bab 4 UNSUR
KARYA SASTRAA A. Unsur-Unsur Karya Sastra Unsur-unsur
karya sastra merupakan pendukung terhadap seorang sastrawan dalam menuangkan
ide, topic, tema, emosi, bahasa dan hal-hal lain dalam karyanya. Unsur
tersebut terdiri dari: Unsur Intrinsik + Unsur Ekstrinsik =
Struktur karya sastra(prosa,puisi,drama). B. Unsur Intrinsik Unsur
intrinsik adalah unsur yang secara langsung membangun cerita dari dalam suatu
karya sastra.
C.
Unsur Ekstrinsik Ekstrinsik
ialah unsur yang turut membangun cerita dari luar karya sastra. Sesuai dengan
cirri dan hakikat dari ketiga genre tersebut, unsure ekstrinsik pada semua
jenis karya sastra memiliki kesamaan.
Bab 5 GAYA
BAHASA A. Jenis Gaya Bahasa Gaya Bahasa
Perbandingan: a)
Metafora: “Sang surya telah keluar
dari peraduannya” (sang
surya menggantikan matahari) b)
Personifikasi: “Karna tersudut batupun
ikut berbicara” c)
Asosiasi: “Hatinya patah bagai di
sambar petir” d)
Alegori: “Aduhai bunga latulip. Merah
merona menggoda. Ingin kubelai tangkaimu. Semerbak wangimu kurindu,,,,” e)
Simbolik: “Mawar melambangkan
kecintaan” f)
Metinimia: “Meski ysng seorang naik
pesawat garuda dan yang lain naik merpati, tidaklah menjadi masalah” g)
Litotes: “Bila berkenan singgahlah di
gubuk kami” h)
Sinepdopke: “ Saya membeli tiga
keranjang salak” i)
Eufemisme: “Maaf,saya kebelakang
sebentar” j)
Hiperbola: “Wajahnya memancarkan
cahaya” k)
Parifrasis: “Burung besi telah lepas
landas” Gaya
Bahasa Pertentangan a)
Paradoks: “Gajinya besar,tapi hidupnya
melarat” b)
Antitesis: “Tua muda, besar kecil,
berhak memilih dan dipilih” c)
Kontradiksio Interminus: “Semuanya
sudah tanda tangan, kecuali pak iwan” d)
Anakronisme: “Zaman merebut
kemerdekaan dulu para pejuang mengirim pesan lewat internet” Gaya
Bahasa Penegasan: a)
Pleonasme: “Saya melihat dengan mata
kepala sendiri” b)
Paralelisme: “Kau wanita cantik, kau
wanita pujaan, kau…” c)
Interupsi: “Tiba-tiba Ia-kekasih itu-
direbut oleh pria lain” d)
Retoris: “Apakah mungkin orang buta
bisa melihat” e)
Koreksio: “Ibu sedang bekerja.Eh,bukan,
ibu lagi kepasar” f)
Asimdeton: “Adik,kakak,ibu,ayah
diikutkan dalam mobil itu” g)
Inverse: “Dingin benar malam ini” h)
Klimaks: “Dari mulai wanita,pria,suami
istri,bapak dan ibu-ibu tumpah kejalan menyaksikan konser dangdut” i)
Anti-klimaks: “Dari kota sampai ke
kampung teus ke desa sampai…” j)
Reprtisi: “Susah senang,pahit getir,
dan jatuh bangun…” k)
Elipsi: “Kau rasakan bogem mentah ini” Gaya
Bahasa Sindiran: a)
Ironi: “sungai ini indah dengan
sampah-sampahnya” b)
Sinisme: “Muntah aku melihat wajahmu” c)
Sarkasme: “Tampangmu persis seperti
setan” Bab 6 ANTOLOGI
PUISI A. Pengertian Puisi Berdasarkan
kamus besar Bahasa Indonesia puisi adalah ragam sastra yang bahasannya
terikat oleh irama, mantra, rima, serta susunan larik dan bait. B. Karya Puisi Agusmawati Islam Islam adalah agama mayoritas Rahmat islam melimpah tanpa batas Islam adalah agama rahmatan Yang sejalan dengan nilai-nilai
kemanusiaan Islam adalah agama yang di ridhoi
Allah Islam bukan sekedar agama Tetapi juga petunjuk jalan kehidupan Yang menyelamatkan manusia Dari gemerlapnya dunia Bab 7 ANTOLOGI
PROSA A. Pengertian Prosa Dalam kamus
besar Bahasa Indonesia prosa adalah karangan bebas tidak terikat oleh
unsure-unsur yang terdapat dalam puisi,berirama(lirik) semacam bentuk
kesusastraan lama yang merupakan peralihan dari bentuk puisi ke bentuk prosa. B. Karya Prosa Reni Safitri Pengalaman
Beragama Saya
bersekolah di SDN 048098 Kutambelin Kec.Tiga Panah Kab.Karo yang mayoritas
pendidik dan siswanya beragama Kristen, bersuku batak dan karo dan memiliki
marga/beru. Di sekolah itu kami yang beragma islam hanya ada tiga orang,
karna mayoritasnya Kristen dan guru pendidik maupun mata pelajaran agama
hanya ada Kristen ,maka kami di beri dua pilihan yaitu mengikuti mata
pelajaran agama Kristen katolik ataupun Kristen Protestan. Saya sendiri
memilih mengikuti mata pelajaran agama Kristen katolik dan di beri beru
Ginting. Meskipun di sekolah saya mengikuti agama Kristen tetapi saya tidak
melupakan agama yang sebenarnya yaitu islam,pada siang hari sepulang sekolah
sampai malam hari sesudah isya saya mengikuti pengajian di mesjid terdekat
sekitar rumah. Saya mengikuti mata pelajaran Kristen dan mempelajari kitab
injil yang di anut agama mereka, dan ternyata agama kristem memiliki banyak
cabang-cabang dan masing-masing cabang memiliki kitab injil yang
berbeda-beda. Berbeda dengan kitab-kitab yaitu al-qur’an yang hanya ada satu
dan isinya tidak dapat di ubah dan tidak berbeda antara al-qur’an yang satu
dan yang lainnya, tetapi meskipun begitu tidak ada agama ataupun kitab tidak
baik membawa pengaruh terhadap kita tentang keburukan. Hanya saja cara
pandang, pemahaman, keyakinan dan kepercayaan kita menanggapi dan mengamalkan
agama yang berbeda-beda, sedangkan tujuannya sama yaitu mengatur kehidupan
kita di dunia agar mendapat nikmatnya di akhirat. Selama
6 tahun menjalani hari-hari seperti ini dan dengan begitu saya mempelajari
hidup dan pengalaman bahwa setiap orang bisa saja mempelajari agama lain
tetapi itu hanya sebatas pengetahuan bukan untuk mempercayai dan mengamalkan
agama lain dan melupakan agama sendiri. Setiap agama tidak ada yang buruk
hanya bagaimana cara kita mempercayai dan mengamalkannya yang dapat merubah
diri setiap insane menjadi lebih baik lagi, dan kita harus saling menghargai
dan menghormati setiap umatnya. Bab 8 ANTOLOGI
DRAMA A. Pengertian Drama Menurut kamus
bahasa Indonesia drama adalah cerita,kisah,komidi bangsawan,lakon
pertunjukan, sandiwara, teater, tonil. B. Jenis Drama Drama: ·
Lakon: Tragedi, komedi, tragekomedi,
opera, melodrama, farce, tablo, sentratari. ·
Pementasan: panggung, radio, televise,
film, wayang, boneka. ·
Naskah: tradisional, modern. ·
Unsur: Intrinsik, ekstrisik. C. Karya Drama Marliandi Subakti “KEYAKINAN
RIO DENIRA” TOKOH Rio Denira : Anak dari keluarga yang tidak kaya, mempunyai keyakinan
dan niat yang kuat. Ayah :
Orang yang slalu mendukung Rio. Ibu :
Pemarah tetapi pendukung Rio walaupun tidak secara langsung. Upri Alfauza : Orang yang memiliki tujuan sama dengan Rio. Rendi :
Ikut keadaan saja. ADEGAN I Suatu
ketika saat Rio Denira beranjak dewasa dari usianya yang masih remaja sekitr
18 tahun, dia mulai bermimpi tentang tujuannya hidup di dunia ini. Dia baru
saja menyelesaikan sekolah SMAnya dari SMAN 1 UNGGUL IDN. Bisa dikatakan dia
bukan murid terpintar di sekolahnya dan juga bukan murid terbodoh. Tetapi
dia mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi seseorang yang bisa membanggakan
kedua orang tuannya dan bisa mengangkat derajat kedua orang tuannya menjadi
lebih baik. Setelah
selesai SMA Rio memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya untuk melanjutkan
cita-citanya menjadi orang besar. Saat itu, di rumah Rio sedang berbincang
dengan ayah dan ibunya. Rio :
“Ayah, aku punya cita-citalah” Ayah :
“Apa cita-citamu?” kata sang ayah Rio :
“Aku bercita-cita menjadi orang yang besar, disegani orang lain dan ingin
membahagiakan ayah dan ibu”, kata Rio Ibu :
“Mimpi kamu,iya,Rio? Kamu gak sadar, iya, kita ini bukan orang yang banyak
uang. Jadi, jangan terlalu tinggi bermimpi,” ujar ibu Sambil
menundukkan kepala, Rio tidak bisa menjawab petanyaan ibu. Dia sadar dengan
yang diucapkan oleh ibunnya. Kemudian dia masuk kekamarnya dan tidur sambil
memikirkan apa yang dikatakan ibu. BERSAMBUNG... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
DaftarPustakaYang
Digunakan |
Menurut saya daftar pustakannya bagus
banyak terdapat referensi buku yang di gunakan dan sama seperti daftar
pustaka buku pada umumnya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
KelebihanBukuSecaraUmum |
Menurut saya bagus
menarik untuk di baca untuk buku panduan pembelajaran juga cocok untuk
mahasiswa. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
KekuranganBukuSecaraUmum |
Menurut saya kekurangan buku terlalu
banyak contoh seharusnya berikan contoh secukupnya agar pembaca tidak bosan
dalam membaca isi buku serta lebih mudah
memahami buku. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kesimpulan |
Dari hasil
review buku tersebut dapat di simpulkan bahwa sastra adalah alat untuk
mengajar atau pengajaran dan petunjuk belajar. Sastra sendiri juga terdiri
dari berbagai bentuk seperti puisi,prosa dan drama. Puisi adalah ragam sastra
yang bahasannya terikat oleh irama, mantra, rima, serta susunan larik dan
bait. Prosa adalah karangan bebas tidak terikat oleh unsure-unsur yang
terdapat dalam puisi,berirama(lirik) semacam bentuk kesusastraan lama yang
merupakan peralihan dari bentuk puisi ke bentuk prosa. Drama adalah
cerita,kisah,komidi bangsawan,lakon pertunjukan, sandiwara, teater, tonil. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
PenilaindenganBintang |
|
Review Buku Lawang Antologi Sastra, Bimbingan dan Latihan oleh Win Temas Miko

Monday, November 4, 2019
comment 0 comments
more_vert