MASIGNALPHA101

Review Buku Lawang Antologi Sastra, Bimbingan dan Latihan oleh Win Temas Miko

Review Buku Lawang Antologi Sastra, Bimbingan dan Latihan oleh Win Temas Miko
Monday, November 4, 2019

Reviewer

Sri Widya Rahma

Tanggal

06 Oktober 2019

 

 

Judul Buku

Lawang Antologi Sastra

Jumlah Halaman

197+vii hlm

 

Tahun Terbit

2018

 

Penulis Buku

Muhammad Hasyimsyah Batubara,Dkk

 

 

 

PenilaianTerhadap

 

Cover Buku

Menurut saya cover buku LAWANG ANTOLOGI SASTRA termasuk dalam katagori bagus, kertas covernya bagus begitu pula gambarnya menarik dan cocok untuk menarik minat pembaca.

 

 

 

 

Blurb (Informasi Dalam Cover Belakang Buku)

Menurut saya blurbnya sesuai dengan isi buku hanya saja ada beberapa kata yang sulit untuk di pahami misalnya seperti kata “mumpuni” dalam blurb tersebut. Seharusnya penulis dapat menggunakan bahasa yang mudah di pahami oleh pembaca agar pembaca tidak bingung dalam memahami maksud buku tersebut.

 

 

 

 

 

Kata Pengantar Buku

Menurut saya kata pengantarnya sudah bagus sesuai dengan kata pengantar yang ada pada buku-buku lain. Penulis hanya menyampaikan tujuan di buatnya buku dan ucapan terimakasih untuk beberapa pihak yang ikut serta dalam pembuatan buku tersebut.

Gaya BahasaPenulisanBuku

Menurut saya gaya bahasa penulisan buku kurang menarik, karena membuat pembaca bingung dengan gaya bahasa yang terbalik minsalnya contoh dulu baru penjelasan, pada buku lain umumnya penjelasan dulu baru contoh sehingga pembaca gampang memahami contoh jika sudah mengetahui penjelasannya terlebih dahulu.

 

 

PembahasanSingkat Buku

Bab 1 KARYA SASTRA

A.Pengertian Karya Sastra

            Dalam bahasa Indonesia selain karya sastra ada beberapa kata yang di gunakan dalam menyebutkan karya sastra,seperti ‘sastra’ dan ‘kesusastraan’. Sastra sendiri dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yang merupakan penggabungan dari dua kata ‘sas’ yang artinya mengarahkan,mengajarkan,dan member petunjuk, dan ‘tra’ artinya alat atau sarana. Melihat dari penjelasan tersebut sastra dapat dimaknakan sebagai alat untuk mengajar atau pengajaran dan petunjuk belajar. Selain itu makna lain dalam bahasa Sansekerta yang menunjuk kepada sastra atau kesusastraan adalah kata ‘kata pustaka’ atau ‘kepustakaan’.

Contoh karya sastra yang bergenre prosa novel sebagai berikut:

            “Mala mini hujan turun lagi. Seperti malam-malam yang lalu. Menyenangkan membuat suasana di luar terlihat damai menentramkan. Tidak deras benar hanya gerimis,itupun jarang-jarang, tetapi cukup uny]tuk membuat indah kerlip lampu. Aku menghela nafas panjang tanganku pelan memyentuh kaca yang berembun. Dingin seketika menyerap ujung jari, mengalir ketelapak tangan,melalui pergelangan,menerobos siku, bahu, kemudian tiba di hatiku. Membekukan seluruh perasaan. Mengkristalkan semua keinginan. Malam ini semua cerita harus usai. Dari lantai dua toko buku paling besar di kota ini, kalian bisa melihat dengan leluasa pemandangan jalan besar yang ramai persis di depannya, juga jalan paling besar di kota ini. Jalan itu dibelah pembatas setinggi satu jengkal. Ada lampu putih bundar setiap beberapa meter di pembatas jalan itu, serta pot semen dengan rumpun bungan, meskipun terlihat tak cukup rimbun. Lampu putih bundar itulah yang terlihat indah. Berbaur dengan ratusan siluet cahay lampu mobil.”

B. Genre Karya Sastra

            Genre karya sastra adalah bentuk, jenis ragam, macam, katagori maupun klasifikasi yang mempunyai struktur karya sastra yang indah:

            Genre karya sastra:

·         Poetry/Puisi: Puisi Indonesia(puisi baru,puisi lama) dan Puisi English.

·         Prose/Prosa: Fiksi/Non Fiksa(Prosa Indonesia(prosa lama,prosa baru),Prosa English).

·         Drama: Jenis drama,penyajian lakon,sarana pementasan,dan unsure drama.

 

Bab2 ALIRAN SASTRA

A.     Jenis Aliran Sastra

Aliran sastra merupakan pandangan yang diambil seorang penulis atau sastrawan dalam menciptakan suatu karya sastra atau dalam menggeluti dunia sastra.

Aliran Sastra:

·         Idealisme: Romantisme(romantic idealisme, romantic realisme), simbolik, mistisme, surealisme.

·         Materialisme: Realisme(saintisme,positivism,determinisme),naturalisme.

B.     Aliran Idealisme

Aliran idealism atau aliran romantic adalah aliran yang berdasar dari pandangan yang diadopsi oleh penuisnya. Aliran idealisme ini membagi diri menjadi empat aliran secara spesifik.

1)      Romantisisme

Romantisisme adalah aliran karya satra yang sangat mengedepankan perasaan(feel), sehingga objek yang dikemukakan tidak lagi bersifat objektif, tetapi telah di bumbui perasaan si pengarang.

2)      Simbolik

Simbolik adalah aliran yang lahir sebagai reaksi terhadap realisme dan naturalisme. Aliran ini selalu menempatkan symbol atau lambing-lambang hewan atau tumbuhan sebagai objek dalam cerita.

3)      Mistisme

Mistisme adalah aliran kesusastran yang bersifat menggambarkan hubungan manusia dengan penciptanya.

4)      Surealisme

Surealisme adalah aliran karya sastra yang satrawnnya menjelaskan berbagai objek dan tanggapan secara serentak dan berpindah-pindah sehingga sulit di pahami pembaca.

C.      Aliran Materialisme

Aliran materialism ini merupakan pandanga bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat dikaji dengan akal manusia. Aliran ini di bedakan menjadi 2 yaitu:

1)      Realisme

Realisme adalah aliran karya stra yang menceritakan hal-hal sesuai dengan keadaan dan kenyataan yang dialami. Aliran ii terdiri dari 3 aliran yaitu:

·         Aliran Saintisme adalah pola yang menekankan pada pendekatan ilmiah atau sains merupakan pandangan yang benar.

·         Positivisme adalah pandangan kebalikan dari pemahaman metafisika9gaib atau diluar alam dunia)

·         Determinisme adalah aliran yang melihat dan berkeyakinan pada pandangan semua kejadian berdasarkan karena sebab akibat.

2)      Naturalisme

Naturalisme adalah aliran karya sastra yang mana para sastrawan yang berpandangan aliran ini selalu menyampaikan fakta secara nyata dan tanpa ada sensor sehingga kesan yang timbul kadang terlihat vulgar.

 

Bab 3 KELOMPOK SASTRA

A.    Jenis Kelompok Sastra

Dalam karya sastra kelompok sastra dapat dikatagorikan sesuai jenis bahasa yang dipakai maupun isi karya sastra yang disampaikan oleh sastrawannya. Jenis karya sastra:

·         Non Fiksi

·         Kelompok sastra

·         Fiksi

B.     Kelompok Sastra Fiksi

Sastra fiksi atau imajinatif adalah sastra yang berusaha untuk menerangkan,melukiskan,memahami dan member pandangan baru,dan menyuguhkan makna realitas kehidupan dengan keindahan atau estetika seni, keseimbangan, harmoni, atau keselarasan, dengan bahasa yang dominan konotatif atau bermakna ganda, dan khayal daam penciptaan karya sastranya.

C.    Kelompok Sastra Non-Fiksi

Sastra no-fiksi merupakan sisi terbalik dari sastra fiksi,kelompok ini lebih mengedepankan unsur-unsur nyata atau fakta daripada menyampaikan khayalannya.

 

Bab 4 UNSUR KARYA SASTRAA

A.    Unsur-Unsur Karya Sastra

Unsur-unsur karya sastra merupakan pendukung terhadap seorang sastrawan dalam menuangkan ide, topic, tema, emosi, bahasa dan hal-hal lain dalam karyanya. Unsur tersebut terdiri dari:

Unsur Intrinsik + Unsur Ekstrinsik = Struktur karya sastra(prosa,puisi,drama).

B.     Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang secara langsung membangun cerita dari dalam suatu karya sastra.

 

Puisi

Prosa

Drama

1)      Struktur Batin(sense)

 

 

a)      Tema(theme)

a)      Tema(theme)

a.       Judul(title)

b)      Nada(tone)

b)      Tokoh(actor)

b.      Tema(theme)

c)      Perasaan (feel)

c)      Alur(plot)

c.       Dialog

d)     Emosi(emotional)

d)     Latar(setting)

 

e)      Amanat(message)

e)      Sudut pandang(point of view)

d.      Perwatakan/karakter tokoh

 

f)       Gaya bahasa

e.       Alur(plot)

 

g)      Amanat (message)

f.       Konflik

 

 

g.      Latar(setting)

 

 

h.      Bahasa

 

 

i.        Interpretasi

 

 

j.        Amanat

 

 

k.      Sudut pandang

2)      Struktur Fisik

 

 

a)      Tipografi

 

 

b)      Enjambemen

 

 

c)      Diksi

 

 

d)     Imajinasi

 

 

e)      Kata kongrit             

 

 

f)       Gaya bahasa

 

 

g)      Ritme/Irama

 

 

h)      Rima/bunyi

 

 

 

 

C.     Unsur Ekstrinsik

Ekstrinsik ialah unsur yang turut membangun cerita dari luar karya sastra. Sesuai dengan cirri dan hakikat dari ketiga genre tersebut, unsure ekstrinsik pada semua jenis karya sastra memiliki kesamaan.

 

Puisi

Prosa

Drama

a)      Unsur biografi

a)      Unsur biografi

a.       Faktor ekonomi

b)      Unsur nilai dalam puisi

b)      Unsur nilai dalam puisi

b.      Faktor politik

c)      Unsur sosial

c)      Unsur sosial

c.       Faktor social budaya

 

 

d.      Faktor pendidikan

 

 

e.       Faktor kesehatan

 

 

f.       Faktor psikologis pemain dan kru

 

 

g.      Kebijakan pemerintah

 

Bab 5 GAYA BAHASA

A.    Jenis Gaya Bahasa

Gaya Bahasa Perbandingan:

a)      Metafora: “Sang surya telah keluar dari peraduannya”

(sang surya menggantikan matahari)

b)      Personifikasi: “Karna tersudut batupun ikut berbicara”

c)      Asosiasi: “Hatinya patah bagai di sambar petir”

d)     Alegori: “Aduhai bunga latulip. Merah merona menggoda. Ingin kubelai tangkaimu. Semerbak wangimu kurindu,,,,”

e)      Simbolik: “Mawar melambangkan kecintaan”

f)       Metinimia: “Meski ysng seorang naik pesawat garuda dan yang lain naik merpati, tidaklah menjadi masalah”

g)      Litotes: “Bila berkenan singgahlah di gubuk kami”

h)      Sinepdopke: “ Saya membeli tiga keranjang salak”

i)        Eufemisme: “Maaf,saya kebelakang sebentar”

j)        Hiperbola: “Wajahnya memancarkan cahaya”

k)      Parifrasis: “Burung besi telah lepas landas”

 

Gaya Bahasa Pertentangan

a)      Paradoks: “Gajinya besar,tapi hidupnya melarat”

b)      Antitesis: “Tua muda, besar kecil, berhak memilih dan dipilih”

c)      Kontradiksio Interminus: “Semuanya sudah tanda tangan, kecuali pak iwan”

d)     Anakronisme: “Zaman merebut kemerdekaan dulu para pejuang mengirim pesan lewat internet”

Gaya Bahasa Penegasan:

a)      Pleonasme: “Saya melihat dengan mata kepala sendiri”

b)      Paralelisme: “Kau wanita cantik, kau wanita pujaan, kau…”

c)      Interupsi: “Tiba-tiba Ia-kekasih itu- direbut oleh pria lain”

d)     Retoris: “Apakah mungkin orang buta bisa melihat”

e)      Koreksio: “Ibu sedang bekerja.Eh,bukan, ibu lagi kepasar”

f)       Asimdeton: “Adik,kakak,ibu,ayah diikutkan dalam mobil itu”

g)      Inverse: “Dingin benar malam ini”

h)      Klimaks: “Dari mulai wanita,pria,suami istri,bapak dan ibu-ibu tumpah kejalan menyaksikan konser dangdut”

i)        Anti-klimaks: “Dari kota sampai ke kampung teus ke desa sampai…”

j)        Reprtisi: “Susah senang,pahit getir, dan jatuh bangun…”

k)      Elipsi: “Kau rasakan bogem mentah ini”

Gaya Bahasa Sindiran:

a)      Ironi: “sungai ini indah dengan sampah-sampahnya”

b)      Sinisme: “Muntah aku melihat wajahmu”

c)      Sarkasme: “Tampangmu persis seperti setan”

 

 

 

 

 

Bab 6 ANTOLOGI PUISI

A.    Pengertian Puisi

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia puisi adalah ragam sastra yang bahasannya terikat oleh irama, mantra, rima, serta susunan larik dan bait.

B.     Karya Puisi

Agusmawati

Islam

Islam adalah agama mayoritas

Rahmat islam melimpah tanpa batas

Islam adalah agama rahmatan

Yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan

Islam adalah agama yang di ridhoi Allah

Islam bukan sekedar agama

Tetapi juga petunjuk jalan kehidupan

Yang menyelamatkan manusia

Dari gemerlapnya dunia

 

Bab 7 ANTOLOGI PROSA

A.    Pengertian Prosa

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia prosa adalah karangan bebas tidak terikat oleh unsure-unsur yang terdapat dalam puisi,berirama(lirik) semacam bentuk kesusastraan lama yang merupakan peralihan dari bentuk puisi ke bentuk prosa.

B.     Karya Prosa

Reni Safitri

Pengalaman Beragama

            Saya bersekolah di SDN 048098 Kutambelin Kec.Tiga Panah Kab.Karo yang mayoritas pendidik dan siswanya beragama Kristen, bersuku batak dan karo dan memiliki marga/beru. Di sekolah itu kami yang beragma islam hanya ada tiga orang, karna mayoritasnya Kristen dan guru pendidik maupun mata pelajaran agama hanya ada Kristen ,maka kami di beri dua pilihan yaitu mengikuti mata pelajaran agama Kristen katolik ataupun Kristen Protestan. Saya sendiri memilih mengikuti mata pelajaran agama Kristen katolik dan di beri beru Ginting. Meskipun di sekolah saya mengikuti agama Kristen tetapi saya tidak melupakan agama yang sebenarnya yaitu islam,pada siang hari sepulang sekolah sampai malam hari sesudah isya saya mengikuti pengajian di mesjid terdekat sekitar rumah. Saya mengikuti mata pelajaran Kristen dan mempelajari kitab injil yang di anut agama mereka, dan ternyata agama kristem memiliki banyak cabang-cabang dan masing-masing cabang memiliki kitab injil yang berbeda-beda. Berbeda dengan kitab-kitab yaitu al-qur’an yang hanya ada satu dan isinya tidak dapat di ubah dan tidak berbeda antara al-qur’an yang satu dan yang lainnya, tetapi meskipun begitu tidak ada agama ataupun kitab tidak baik membawa pengaruh terhadap kita tentang keburukan. Hanya saja cara pandang, pemahaman, keyakinan dan kepercayaan kita menanggapi dan mengamalkan agama yang berbeda-beda, sedangkan tujuannya sama yaitu mengatur kehidupan kita di dunia agar mendapat nikmatnya di akhirat.

            Selama 6 tahun menjalani hari-hari seperti ini dan dengan begitu saya mempelajari hidup dan pengalaman bahwa setiap orang bisa saja mempelajari agama lain tetapi itu hanya sebatas pengetahuan bukan untuk mempercayai dan mengamalkan agama lain dan melupakan agama sendiri. Setiap agama tidak ada yang buruk hanya bagaimana cara kita mempercayai dan mengamalkannya yang dapat merubah diri setiap insane menjadi lebih baik lagi, dan kita harus saling menghargai dan menghormati setiap umatnya.

 

Bab 8 ANTOLOGI DRAMA

A.    Pengertian Drama

Menurut kamus bahasa Indonesia drama adalah cerita,kisah,komidi bangsawan,lakon pertunjukan, sandiwara, teater, tonil.

B.     Jenis Drama

Drama:

·         Lakon: Tragedi, komedi, tragekomedi, opera, melodrama, farce, tablo, sentratari.

·         Pementasan: panggung, radio, televise, film, wayang, boneka.

·         Naskah: tradisional, modern.

·         Unsur: Intrinsik, ekstrisik.

C.    Karya Drama

Marliandi Subakti

 

“KEYAKINAN RIO DENIRA”

TOKOH         

Rio Denira       : Anak dari keluarga yang tidak kaya, mempunyai keyakinan dan niat yang kuat.

Ayah               : Orang yang slalu mendukung Rio.

Ibu                   : Pemarah tetapi pendukung Rio walaupun tidak secara langsung.

Upri Alfauza   : Orang yang memiliki tujuan sama dengan Rio.

Rendi              : Ikut keadaan saja.

ADEGAN I

            Suatu ketika saat Rio Denira beranjak dewasa dari usianya yang masih remaja sekitr 18 tahun, dia mulai bermimpi tentang tujuannya hidup di dunia ini. Dia baru saja menyelesaikan sekolah SMAnya dari SMAN 1 UNGGUL IDN. Bisa dikatakan dia bukan murid terpintar di sekolahnya dan juga bukan murid terbodoh.

            Tetapi dia mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi seseorang yang bisa membanggakan kedua orang tuannya dan bisa mengangkat derajat kedua orang tuannya menjadi lebih baik.

            Setelah selesai SMA Rio memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya untuk melanjutkan cita-citanya menjadi orang besar. Saat itu, di rumah Rio sedang berbincang dengan ayah dan ibunya.

Rio      : “Ayah, aku punya cita-citalah”

Ayah   : “Apa cita-citamu?” kata sang ayah

Rio      : “Aku bercita-cita menjadi orang yang besar, disegani orang lain dan ingin membahagiakan ayah dan ibu”, kata Rio

Ibu       : “Mimpi kamu,iya,Rio? Kamu gak sadar, iya, kita ini bukan orang yang banyak uang. Jadi, jangan terlalu tinggi bermimpi,” ujar ibu

            Sambil menundukkan kepala, Rio tidak bisa menjawab petanyaan ibu. Dia sadar dengan yang diucapkan oleh ibunnya. Kemudian dia masuk kekamarnya dan tidur sambil memikirkan apa yang dikatakan ibu.

BERSAMBUNG...

 

 

 

 

 

 

 

DaftarPustakaYang Digunakan

Menurut saya daftar pustakannya bagus banyak terdapat referensi buku yang di gunakan dan sama seperti daftar pustaka buku pada umumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

KelebihanBukuSecaraUmum

Menurut saya bagus menarik untuk di baca untuk buku panduan pembelajaran juga cocok untuk mahasiswa.

 

 

 

 

 

KekuranganBukuSecaraUmum

Menurut saya kekurangan buku terlalu banyak contoh seharusnya berikan contoh secukupnya agar pembaca tidak bosan dalam membaca isi buku serta  lebih mudah memahami buku.

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Dari hasil review buku tersebut dapat di simpulkan bahwa sastra adalah alat untuk mengajar atau pengajaran dan petunjuk belajar. Sastra sendiri juga terdiri dari berbagai bentuk seperti puisi,prosa dan drama. Puisi adalah ragam sastra yang bahasannya terikat oleh irama, mantra, rima, serta susunan larik dan bait. Prosa adalah karangan bebas tidak terikat oleh unsure-unsur yang terdapat dalam puisi,berirama(lirik) semacam bentuk kesusastraan lama yang merupakan peralihan dari bentuk puisi ke bentuk prosa. Drama adalah cerita,kisah,komidi bangsawan,lakon pertunjukan, sandiwara, teater, tonil.

 

 

 

 

 

 

 

 

PenilaindenganBintang