Reviewer |
DINA
ANGGRAINI |
|
Tanggal |
6
OKTOBER 2019 |
|
Judul Buku |
RUANG
HAMPA |
|
Jumlah
Halaman |
243
halaman |
|
Tahun
Terbit |
2017 |
|
Penulis
Buku |
Muhammad
Hasyimsyah Batubara M.Hum |
|
Penilaian
Terhadap |
||
Cover
Buku |
Cover nya lumayan menarik, seperti judul bukunya adalah
ruang hampa bertemakan lilin dan air. |
|
Blurb (InformasiDalam Cover
BelakangBuku) |
Memberikan informasi tentang isi buku itu bagus, tapi saya
rasa bila cover belakang bukunya berisi kan seperti peribahasa itu, ataupun
bisa seperti biografi penulisnya akan sangat bagus. |
|
Kata Pengantar Buku |
Kata
pengantar dalam buku memang bagus, tapi terlalu memperjelas apa isi
sebenarnya yang diisikan pada buku tersebut jadi si pembaca tidak lagi heran
atau penasaran apa isi yang terkandung dalam buku tersebut. |
|
Gaya Bahasa Penulisan Buku |
Gaya penulisannya
cukup bagus, baku dan semua orang mengerti apa yang dituliskan dalam buku
tersebut. |
|
Pembahasan
Singkat Buku |
Bab 1 Karya sastra ada beberapa macam
misalnya prosa, yang menceritakan tentang riwayat hidup seseorang (biografi),
dikutip dari Bung dari Siantar “(Adam Malik)”. Kekuatan narasi, teks, atau
pemilihan kata (diksi) dari biografi di atas sanagat bagus dan mengandung
makna yang kuat, sehingga pembaca bisa menikmati dan menggauli karya sastra
tersebut. Karya sastra lain yang bergenre puisi juga
memiliki kekuatan pemilihan kata yang baik seperti puisi karya Willliem
Iskandar seorang tokoh pendidikan wdari
bumi gordang sambilan mandailing pada akhir abad ke-18, ungkapan
pantun Williem Iskandar di bawah
merupakan gambaran pandangan hidup serta doktrin orang tua dan
masyarakat mandailing dalam memperjuangkan pendidikan
Melihat penjelasan singkat dan karya satra di atas selanjutnya kami
mengajak pembaca melangkah untuk mendefinisikan apa itu karya sastra. Dalam
bahasa Indonesia selain karya sastra ada beberapa kata yang digunakan dalam
menyebutkan karya sastra , seprti ‘sastra’ dan ‘kesustraan’. Sastra dalam
bahsa Indonesia berasal dari sank sekerta yang merupakan penggabungn dari dua
kata ‘sas’ yang artinya mengarahkan mengajarkan dan memberi petunjiuk, dan
‘tra’ artinya alat atau sarana Bab2 Jenis Aliran Sastra Aliran sastra merupakan pandangan yang
diambil seseorang penulis atau satrawan dalam menciptakan suatu karya sastra
atau dalma menggeluti dunia sastra, secara umum para ahli menjelaskan ada dua
aliran dalam karya sastra: Aliran
idealisme
Aliran idealism atau aliran romantic adalah aliran yang berdasarkan
dari pandangan yang diadosi oleh penulisnya. Pemahaman aliran tersebut adalah
tentang sesuatu yang terlihat di ala mini hanyalah merupakan bayangan semu
atau fana di balik bayangan hakiki yang
tidak bisa dipahami oleh pikiran manusia secara utuh. Aliran ini dibagi
menjadi : 1.
Romantisme 2.
Simbolik 3.
Mistisme 4.
suralisme Aliran
materialisme Aliran
materialisme ini menaruh keyakinan dan berpandangan bahwa segala sesuatu yang
bersifat kenyataan dapat dikaji dengan akal manusia. Alisan ini sendiri dapat
dibedakan atas: 1. realisme 2. Naturalism Bab 3 Jenis kelompok sastra
Dalam karya sastra , kelompok sastra dapat dikategorikan sesuai jenis
bahasa ang dipakai maupun isi karya sastra yang disaampaikan oleh
sastrawannya. Para sastrawannya dalam menciptakan karya dapat memilih sastra
fiksi maupun nonfiksi dalam berkarya dan menggauli karya sastra Kelompok sastra fiksi Sastra fiksi atau imajinatif adalah sastra
yang berusaha untuk menerangkan ,melukiskan, memahami dan member pandangan
baru,dan menyuguhkan makna realitas kehidupan dengan keindahan atau estetika
seni,keseimbanagan,harmoni, atau keselarasan, dengan bahasa yang dominan
konotatif atau bermakna ganda, dan khayal dalam penciptaan karya sastranya. Kelompok Sastra Non Fiksi Sastra non fiksi merupakan sisi terbaik
dari sastra fiksi. Kelompok ini lebih mengedepankan unsur-unsur nyata atau
fakta dari pada menyampaikan khayalannya. Selain itu, kelomok ini dalam
penciptaan karya sastra dominan menggunakan bahasa-bahsa yang denotative(makna
sebenernya yang sama dengan makna lugas untuk menyampaikan sesuatu yang
bersifat factual sehinggga tidak mengalami perubahan makna). Bab 4 Unsur-unsur dalam karya sastra
Dalam penciptaan maupun produksi suatu karya sastra tentu harus
memiliki unsur-unsur pembangunan di dalam karya sastra, unsur ini merupakan
pendukung terhadap seorang sastrawan dalam menuangkan ide,topic,tema,emosi,
bahasa, dan hal-hal lain dalam karyanya. Unsur tersebut terdiri dari: a.unsur intrinsic
unsur intrinsic adalah unsur yang secara langsung membangun cerita
dari dalam suatu karya sastra karya sastra, b.
Unsur ekstrinsik
Ektrinsik adalah unsur yang turut membangun cerita dari luar karya
sastra . sesuai dengan cirri dan hakikatnya dari ketiga genre tesebut ,unsyk
ekstrinsik pada semua jenis karya sastra memiliki kesamaan. Unsur ektrinsik
adalah unsur yang tidak secara langsung mempengaruhi proses pembuatan sebuah
karya Bab 5 Jenis
Gaya Bahasa
Dalam pemciptaan karya sastra tentunya seseorang sastrawan harus
memilih bahasa yang tepat dalam karyanya. Beberapa ragam maupun bentuk
penggunaan bahasa dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok : Gaya
bahasa perbandingan 1. Metafora
2. Personifikasi 3. Asosiasi 4. Alegori 5. Simbolik 6. Metonimia 7. Litotes 8. Sinekdopke 9. Eufemisme 10. Hiperbola 11. Parifrasis Gaya
bahasa pertentangan
Gaya bahasa pertentangan terdiri dari: 1.
Paradox 2.
Antithesis 3.
Kontradiksio interminus 4.
Anakronisme Gaya
bahasa penegasan Gaya bahasa penegasan antara lain yaitu: 1.
Pleonasme 2.
Paralisme 3.
Interupsi 4.
Retoris 5.
Koreksio 6.
Asimdeton 7.
Inverse 8.
Klimaks 9.
Anti-klimaks 10.
Repetisi 11.
Elipsi Gaya
bahasa sindiran
Gaya bahasa sindiran terdiri dari: 1.
Ironi 2.
Sinisme 3.
Sarkasme Bab 6 ANTOLOGI
PUISI Pengertian
puisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna dari arti puisi dan yang
berhubungan dengan puisi yang diberikan adalah: 1.
Puisi
adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra , rima, serta
penyusunan larik dan bait.. 2.
Bebas
puisi yang tidakterikat oleh rima dam matra, dan tidak terikat oleh jumlah
larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dari setiap larrik 3.
Berpola
puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa brntuk
geometris, seprti belah ketupat ataaupun bentuk lain. 4.
Dramatic sas puisi yang memiliki persyaratan
dramatic yang meningkatkan tikaian emosional atau situasi yang tegang. 5.
Lama
puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam dan
lain-lain. 6.
Mbeling
sajakringan tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang sajak
main-main. 7.
Memuisikan
membuat , mengubah menjadi bentuk puisi 8.
Berpuisi
membacakan
puisi 9.
Pemuisian
perihal
mengubah bentuk bahasa prosa menjadi puisi Bab 7 ANTOLOGI PROSA Pengertian prosa Dalam kamus
besar bahasa Indonesia, beberapa kata dan memberi penegertian terhadap prosa
seperti, prosa sas karangan bebas (tidak terikat oleh
ikatan ikatan yang terdapat dalam puisi. Berirama
karya sastra yang ditulis dalam ragam prosa, tetapi dicirikan oleh
unsur-unsur puisi, seperti irama yang teratur,majas, rima,
asonasi,disonasi,dan citra,prosa puitik, prosa lirik. Lirik prosa berirama , puitik prosa berirama. Bentuk proa menurut penulisannya sendri
terbagi dua a. Fiksi : adalah prosa yang berbentukbebas
yangdidasari dam dibumbui oleh fantasi,bayangan, gambaran, rekaan maupun
imajinasi yang diciptakan oleh pengarang sendiri seprti karya yang berbentuk
(dongeng, novel,mitos, legenda dll) b. Non
fiksi : merupakan sisi terbalik dari prosa fiksi , yang mana kerangan yang
dibuat bukan berdasarkan khayalan maupun imajinasi sang penulis ,namun
informasi, kenyataan, dan sesuai realita yang dialami penulisnya, seperti
riwayat, biografi, autobiografi,kritik,saran, dll. Bab 8 ANTOLOGI
DRAMA Pengertian drama Di yunani , kata drama disebut “draomai” yang berarti bertindak,
bereaksi, dan sebagainya. Sedangkan menurut KBBI drama diartikan sebagai, 1.
Cerita, 2. Kejadian yang menyedihkan, 3. Lakon (komedi). Sandiwara, tari
drama dan tari-tarian. Jenis drama Dalam pembagian jenis drama, biasanya
digunakan tiga dasar, yaitu : a.
Berdasarkan penyajian lakon drama
terdri atas 1.
Tragedy 2.
Komedi 3.
Tragekomedi 4.
Opera 5.
Melodarama 6.
Farce 7.
Tablo 8.
sendratari b.
Berdasarkab sasaran atau pementasan 1. Drama panggung 2. Drama
radio 3. Drama
televise 4. Drama
film 5. Drama
wayang 6. Drama
boneka c.
Berdasarkan keberadaan naskah drama
antara lain : 1. Drama
tradisional 2. Drama
modern |
|
DaftarPustakaYang Digunakan |
Bagus
karena merevisi dari banyak sumber buku, berarti artinya buku ini lebih banyak
pengetahuan yang ada didalamnya sebab bnyak buku yang dijadikan sumber
terhadap penulisan buku tersebut |
|
Kelebihan
Buku Secara Umum |
Sumber penulisan buku diambil
dari bnyak sekali sumber. Penulisan buku menggunakan bahasa yang baku dan
semua pembaca bisa mengerti apa yang ditulis pada buku itu, design cover buku
juga sangat indah. |
|
Kekurangan
Buku Secara Umum |
Terlalu
bnyak contoh dalam penulisan, sehingga pembahasan nya menurut saya msih bnyak
yang kurang , kertas yang dipakai mudah robek dan tipis |
|
Kesimpulan |
Dari hasil review buku tersebut
disimpulkan bahwa karya sastra adalah merupakan hasil karya, hasil tulisa,
kumpulan karya, seni, dan pembelajaran
dari seseoarng misalnya tulisan gambaran atau lain sebagainya .aliran
karya sastra terbagi dua yaitu : aliran Idealisme dan aliran Materialisme.
Kelopok karya sastra dibagi menjadi dua juga yaitu : sastra fiksi, dan non
fiksi. Setelah itu ada yang namnya unsur karya sastra yaitu unsur entrinsik
dan unsur entrisik. karya sastra bisa
berupa puisi, prosa, dan drama. Puisi adalah ragam sastra yang bahsannya
terkait dengan rima, mantra,irama, serta penyusunan larik dan bait. Prosa
adalah karangan bebas yang tidak terkait dengan ikatan-ikatan pada puisi .
drama adalah suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog, yang
tujuannya adalah untuk dipertunjukan oleh aktor |
|
Penilain dengan Bintang |
|
|
Review Buku Ruang Hampa Antologi Sastra, Bimbingan dan Latihan oleh Dina Anggraini
Monday, November 4, 2019
comment 0 comments
more_vert